Muara Enim — kabarhukumsriwijaya.com | Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tingkat Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, berlangsung tertib dan penuh dinamika. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyerap dan menyelaraskan aspirasi pembangunan desa yang bersumber langsung dari kebutuhan riil masyarakat.
Senin (02/02/2026),
Berdasarkan daftar hadir kegiatan, Musrenbangdes Kecamatan Muara Belida dihadiri oleh unsur legislatif, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh-tokoh masyarakat lintas sektor. Hadir mewakili DPRD Kabupaten Muara Enim, H. Hadiono, SH selaku Wakil Ketua DPRD dan Mukarto, SH Ketua Komisi III DPRD Muara Enim. Turut hadir pula Juli Jumantan, SE selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hukum serta Rini Arisandy Wanhar, SE dari Bappeda Kabupaten Muara Enim.
Dari unsur TNI–Polri, kegiatan ini dihadiri Sekrka Nurazim mewakili Koramil Gelumbang dan Briptu M. Agung dari Polsek Gelumbang. Kehadiran unsur keamanan ini menunjukkan komitmen pengawalan terhadap proses perencanaan pembangunan yang transparan dan kondusif.
Selain itu, Musrenbangdes juga dihadiri unsur pemerintahan kecamatan dan lintas sektor, di antaranya Beni Frizal selaku Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Muara Belida, Suherman (Tokoh Masyarakat), Syakir Rahmat, S.Pd (Tokoh Agama), serta Tedy Partawijaya (Tokoh Pemuda). Dari unsur pelayanan publik turut hadir Dina, S.Pd Ketua PKK Kecamatan Muara Belida dan Pamilyati, SKM Kepala Puskesmas Kecamatan Muara Belida.
Hadir pula perwakilan bidang pendidikan dan instansi teknis, yakni Sutopo, SPd, MM dari Korwil Dikbud Wilayah Gelumbang dan Muara Belida, H. Haryadi Muliawan, ST, MT dari Dinas Pariwisata, Ir. Agus Rahman, ST, MM dari Dinas PUPR, serta Amril Muslimin, SE dari Inspektorat Kabupaten Muara Enim. Sementara dari unsur swasta, hadir Japri, S.Sos, Pimpinan PT Diza Matra Powerindo.
Dalam musyawarah tersebut, delapan kepala desa secara bergiliran diberikan kesempatan menyampaikan usulan program pembangunan prioritas sebagai representasi aspirasi masyarakat desa masing-masing.
Salah satu penyampaian yang menjadi sorotan datang dari Kepala Desa Patra Tani, yang menegaskan bahwa Desa Patra Tani selama ini menjadi desa yang “paling sabar” dalam menunggu realisasi pembangunan.
Pernyataan tersebut mencerminkan kondisi faktual masyarakat yang berharap adanya keadilan serta pemerataan pembangunan di wilayah Kecamatan Muara Belida.
Melalui Musrenbangdes ini, seluruh pihak berharap agar usulan yang telah disampaikan tidak sekadar menjadi catatan administratif, melainkan benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, sehingga pembangunan ke depan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghapus ketimpangan antar desa.









