Proyek Jalan Kasiba Lasiba Rp 4,9 Miliar di Palembang Disorot Tajam, Dikerjakan di Atas Lumpur, Diduga Asal Jadi 

Uncategorized179 Dilihat
banner 468x60


Palembang —kabarhukumsriwijaya.com _Proyek peningkatan Jalan Kasiba Lasiba di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, yang menelan anggaran hampir Rp 5 miliar, kini menjadi sorotan serius publik. Proyek yang dibiayai dari uang rakyat tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan jauh dari standar teknis konstruksi.

Pantauan langsung di lapangan pada Selasa (11/1/2026) menunjukkan fakta mencengangkan. Proses pemadatan badan jalan tetap dilakukan meskipun kondisi tanah masih berlumpur, basah, dan tergenang air. Praktik ini dinilai sebagai pelanggaran prinsip dasar pekerjaan konstruksi jalan dan berpotensi menyebabkan kerusakan dini.

banner 336x280

Ironisnya, proyek strategis yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang tersebut digarap oleh CV Brotoseno Jaya dengan nilai kontrak mencapai Rp 4.958.407.000, bersumber dari APBD Perubahan Kota Palembang Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan peningkatan jalan penghubung menuju Jalan Soekarno-Hatta ini memiliki masa pelaksanaan 45 hari kalender, terhitung sejak kontrak ditandatangani pada 13 November 2025. Namun, metode pengerjaan di lapangan justru memunculkan pertanyaan besar terkait kualitas, pengawasan, dan tanggung jawab pelaksana proyek.

🔎 Dugaan Lemahnya Pengawasan PUPR
Kondisi ini menguatkan dugaan lemahnya pengawasan teknis dari pihak terkait. Pemadatan yang dilakukan di atas tanah berlumpur diduga dilakukan demi mengejar target waktu tanpa mempertimbangkan mutu pekerjaan.

Seorang pengamat konstruksi yang enggan disebutkan namanya menilai, metode tersebut merupakan kesalahan fatal.

“Pemadatan di atas tanah basah dan berlumpur akan membuat daya dukung pondasi sangat lemah. Jalan bisa cepat retak, amblas, bahkan rusak dalam waktu singkat. Ini jelas merugikan negara dan masyarakat,” tegasnya.

Warga sekitar pun mulai mempertanyakan kualitas proyek tersebut. Mereka khawatir jalan yang baru dibangun tidak akan bertahan lama dan hanya menjadi monumen proyek gagal yang menghabiskan uang rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Brotoseno Jaya maupun Dinas PUPR Kota Palembang belum memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi atas dugaan pengerjaan asal-asalan tersebut. Publik kini menanti sikap tegas pemerintah kota dalam memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai aturan dan spesifikasi teknis.
(Red: Pajar Hadi)

About The Author

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *