Banyuasin —kabarhukumsriwijaya.com- Isu adanya mafia pupuk dan dugaan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) terkait proyek jalan yang mencuat melalui aksi demo Pada Jum’at/05/12/2025 menuai reaksi dari masyarakat. Sejumlah warga Desa Sejagung akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut.
Jum’at/05/12/2025
Menurut salah satu warga, tuduhan keterlibatan oknum mafia pupuk di wilayah Sejagung dianggap tidak berdasar dan terlalu dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa selama ini justru para petani kesulitan mengakses bantuan pertanian, termasuk pupuk subsidi. Namun, sejak perubahan kebijakan pupuk dari pemerintah pusat, para petani mulai merasakan manfaat nyata.
> “Untuk pupuk, kalau untuk daerah Sejagung ini tidak ada istilah mafia. Karena pupuk subsidi baru tahun ini yang benar-benar kami rasakan dampaknya bagi petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebelumnya proses pengajuan bantuan pupuk dan keperluan pertanian lainnya kerap terhambat karena berbagai alasan dari pihak desa.
> “Selama ini kalau kami mengajukan bantuan pertanian sangat sulit. Kades selalu banyak alasan untuk menandatangani berkas dan tidak mau tanda tangan,” tambahnya.
Namun situasi tersebut berubah setelah adanya kebijakan baru pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian yang menjabat saat ini.
> “Tapi semenjak menteri yang baru ini, kami sangat terbantu. Baru sekarang petani di Sejagung bisa menikmati pupuk subsidi seperti semestinya,” tegasnya.
Terkait tuntutan lain dalam aksi demonstrasi mengenai proyek jalan yang disebut bermasalah dan diduga sarat KKN, warga meminta agar tuduhan dipisahkan dari fakta dan tidak digeneralisasikan tanpa data.
Warga berharap penyampaian aspirasi tetap dilakukan dengan cara yang santun, berbasis bukti, serta tidak menimbulkan ke salah pahaman publik.









