PALEMBANG-kabarhukumsriwijaya.com .Sebuah tongkong bermuatan batu bara menabrak rumah rakit milik warga di pinggir sungai Musi, Keramasan, Kec. Kertapati Kota Palembang,warga Hesteris Panik
Selasa (12/3/2025), sekitar pukul 16.09 WIB.
Dalam video yang beredar berdurasi 1 menit 28 detik, terlihat warga di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Putri Datang Rindu, tepatnya Tanah Malang RT 14 / 4 Karya Jaya Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang, panik saat tongkang menabrak salah satu rumah warga.
Informasi yang dihimpun, saat peristiwa tersebut terjadi Tongkang Kapuas Jaya 3023 bermuatan batubara itu ditarik oleh Tug Boat Johan Jaya 171. Di mana Kapal tongkang Kapuas Jaya itu mengakut batu bara, berlayar dari jetty PT Bukit Asam.
Dari video yang diterima terdengar jelas teriakan warga yang histeris sesaat tongkang bermuatan batubara itu menghantam salah satu rumah Apung milik warga.
Dalam video itu juga menunjukkan warga terdampak akibat insiden itu memperlihatkan tiga unit perahu getek yang rusak akibat ditabrak tongkang batu bara tersebut.
Nama kapal
TB: Johan Jaya 171
BG: Kapuas Jaya 3023
Agen: PT bukit prima bahari
Asal Jetty: PT Bukit Asam
Tujuan: Zona F
Muatan: Batubara
Spog Nomer: TB. SPOG.IDLM.0325.0004449 / BG. SPOG.IDPLM.0325.0004450
Dikeluarkan: KSOP PALEMBANG An DWI SETYO SUGIYONO
Kronologi Kejadian
Dalam proses pengecekan
Korban Jiwa:Nihil.
Korban Materi :
Terdapat rumah rakit warga dan beberapa ketek tertabrak ( dalam proses pengecekan).
Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan yang terjadi di sungai Musi Keramasan tersebut, namun berdasarkan informasi terpercaya yang didapat tidak korban jiwa dalam insiden itu.
Sementara, Kasat Polairud Polrestabes Palembang, AKBP Yuda Setiawan disampingi Kanit Polairud, AKP Kamil saat di konfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar adanya peristiwa tersebut. Hingga kini petugas masih di TKP. Melakukan olah TKP dan memeriksa saksi Saksi di lokasi kejadian,” katanya.
Lanjutnya, terkait peristiwa ini apa penyebabnya nanti disampaikan. “Ya pasti kita sampaikan. Namun hingga kini anggota masih di lapangan,” tutur Kamil.
(Pajar Hadi)









