PALEMBANG – kabarhukumsriwijaya.com
Warga Sungai Jok, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan kayu yang telah puluhan tahun rusak tanpa adanya perbaikan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan kini menjadi perhatian warga setempat.
Salah seorang warga, Meri, mengaku kecewa karena hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki akses tersebut. Ia bahkan mengaku pernah mengalami musibah akibat rusaknya jembatan kayu itu.
“Dulu saat saya sedang hamil, saya terjatuh dari jembatan kayu ini hingga mengalami keguguran. Bayi yang saya kandung tidak bisa diselamatkan. Sampai sekarang kondisinya masih seperti ini dan sangat berbahaya,” ungkap Meri.
Keluhan serupa disampaikan Martin. Menurutnya, jalan dan jembatan kayu tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas, termasuk anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah. Karena itu, ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum kembali memakan korban.
Martin juga menyoroti perhatian para wakil rakyat terhadap kondisi di wilayahnya. Menurutnya, saat masa kampanye para calon anggota DPRD datang menyerap aspirasi dan berjanji akan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Namun setelah terpilih, warga merasa janji tersebut belum terealisasi.
“Sebelum pemilu mereka datang meminta dukungan dan berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Sungai Jok. Namun setelah terpilih, kami merasa seolah dilupakan. Kami hanya berharap janji itu benar-benar diwujudkan,” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Palembang bersama instansi terkait segera meninjau langsung kondisi jalan dan jembatan kayu di Sungai Jok serta merealisasikan pembangunan infrastruktur yang layak. Mereka menilai perbaikan akses tersebut sangat mendesak demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.
(Basith)



