Proyek Ruang Guru dan Komputer SDN 3 Muara Belida Mangkrak Dua Tahun, Terancam Rusak dan Membengkak Biayanya

Uncategorized1043 Dilihat
banner 468x60

Muara Enim-Kabarhukumsriwijaya.com— Proyek pembangunan ruang guru dan ruang komputer SDN 3 Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Pembangunan yang telah berjalan sejak tahun 2023 itu kini mangkrak selama dua tahun tanpa kejelasan kelanjutan tahap berikutnya.

banner 336x280

Berdasarkan hasil pantauan lapangan Media Kabar Hukum Sriwijaya, proyek tersebut direncanakan berjalan secara bertahap.

Pada tahap pertama tahun 2023, pekerjaan mencakup pembuatan pondasi bertiang, slot dan kolom, dinding, serta peratapan untuk dua unit bangunan — masing-masing ruang guru dan ruang komputer.

Untuk tahap awal tersebut, pagu dana yang dialokasikan mencapai Rp 199.848.000 per unit, atau total Rp 399.696.000 untuk dua unit bangunan.

Namun hingga Oktober 2025, tahap kedua yang seharusnya meliputi pekerjaan plesteran dinding dan lantai, pemasangan plafon, serta pengecatan belum juga dimulai.

Sejumlah warga dan wali murid SDN 3 Muara Belida mengaku kecewa atas tertundanya pembangunan tersebut. Mereka menilai proyek yang seharusnya mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan justru terhenti tanpa kejelasan dari pihak berwenang.

Rabu (15/10/2025).“Dulu katanya pembangunan bertahap. Tapi sudah dua tahun tidak ada kelanjutannya. Kalau dibiarkan terus, bisa rusak semua bangunannya,” ujar salah satu warga Muara Belida kepada wartawan Kabar Hukum Sriwijaya,

Pantauan terakhir di lokasi menunjukkan bahwa kondisi bangunan mulai mengalami kerusakan ringan, seperti dinding berlumut dan bagian atap mulai berkarat dan lepas akibat terlalu lama dibiarkan tanpa perawatan. Jika tidak segera dilanjutkan, tingkat kerusakan dikhawatirkan akan meningkat dan membutuhkan biaya yang lebih besar untuk perbaikan serta penyelesaian proyek.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim mengenai penyebab keterlambatan pembangunan maupun jadwal lanjutan tahap penyelesaian proyek tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar proyek ini tidak menjadi bangunan mangkrak yang menghamburkan anggaran hampir Rp 400 juta, dan benar-benar dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar di SDN 3 Muara Belida.

About The Author

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *