Diduga ! Oknum Pensiun PNS Selingkuh Dengan Wanita Di Muara Sugihan

Mhd Amin

Uncategorized199 Dilihat
banner 468x60

Banyuasin-Kabarhukumsriwijaya.com_Salah seorang Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial (S) warga Jalur 16, menjadi perbincangan  perselingkuhan dengan seorang wanita berinisial (RF),warga Kecamatan Muara Sugihan.

banner 336x280

 

Menurut keterangan salah satu narasumber inisial (B),saat dikonfirmasi awak media melalui telepon  whatsApp nya.Ia mengatakan….Hal tersebut berawal dari pertemuan mereka dikota Palembang pada hari Sabtu 12 April 2025, sekitar 23.30 wib, sepertinya hubungan mereka  memang sudah terjalin sejak lama,”jelasnya.

 

Namun hal tersebut  saya tidak perdulikan,nggak mau ngurusin kegiatan orang lain , Saya hanya fokus dengan keluarga atau rumah tangga sendiri saja.”Toh… semua akibat dan resiko  dari perbuatan itu bakal dipertanggung jawabkan sendiri,”pungkasnya.

 

Tidak selang lama dari informasi narasumber tersebut, sekira pukul 15.00 WIB munculah  informasi baru dari salah satu warga ber inisial (Y).Dirinya mengatakan bahwa dua minggu yang lalu saya juga berpapasan dengan mereka berdua  sedang berboncengan memakai sepeda motor.

 

Dari arah Timur melaju ke arah  Barat di lintasan jalan kolektor Desa Gilirang Kecamatan Muara Sugihan,entah dari mana mereka saya juga tidak ambil peduli,”tuturnya.

 

Si oknum wanita mengenakan masker agar sulit dikenali,namun saya sudah sangat kenal dan faham bahwa mereka adalah inisial (S) pria dan inisial (RF) wanita,”sambungnya.

 

Dikesempatan berbeda awak media berusaha menemui inisial.(ST) yang konon kabarnya berada di TKP saat kejadian,namum yang bersangkutan enggan memberikan keterangan secara jelas dan gamblang.

 

Hubungan kedua belah pihak diduga sudah terjalin cukup lama,kasus seperti yang di alami inisial S dan  RF memang  marak terjadi dimana-mana saat ini.Akan tetapi sungguh sangat disayangkan jika hal tersebut dilakukan oleh seorang yang memiliki kapasitas dan populeritas  seorang pensiunan PNS,yang juga pernah bekerja sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ,sekaligus seorang Kepala Sekolah.

 

Inisial (S) saat dikonfirmasi awak media pada tanggal 15/4/2025 sekira pukul 17.04 WIB,terkait masalah yang melilitnya, namun tidak sepatah pun memberikan komentarnya, selanjutnya ditanggal yang sama sekira pukul 17.24,dan 17.25,WIB awak media berusaha mengkonfirmasi kembali melalui saluran WhatsApp nya, tetap bungkam dan membisu.

 

Disisi lain pada tanggal 17/4/2025 tepatnya pukul 22.38 wib berusaha menghubungi (RF) untuk mengali informasi sebagai bahan keseimbangan, dijawab pada tanggal 20/4/2025, pukul 16.09 wib ,” assalam…. tujuan sampean apa…, kalau sampean mau cari duit sampean salah, aku wong gak duwe, lagian semua sudah tau, mas !.., bukanya semua orang punya cerita masing-masing,” ketusnya.

 

Akhirnya jawaban dari (S) pada pukul 17.36 WIB yang bersangkutan memberi jawaban….”Saya sungguh sangat menyesal atas kejadian itu,dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan seperti itu…?”ujarnya.

 

Selanjutnya pada tanggal 19/4/2025 sekira pukul 18.57  WIB pihak media berusa mengkonfirmasi kembali melalui via whatsApp nya,dan akhirnya tepat pukul 16.52 WIB yang bersangkutan membalas….

 

“Aku udah resmi berhenti udah serah terima jabatan Kepala sekolah SMP NU tadi siang 19 April 2025 di gedung SMP

NU”tuturnya.

 

Dari rangkaian kalimat balasan hasil konfirmasi diduga kuat  telah melakukan perbuatan yang sedang viral di tengah kalangan masyarakat,namun tidak mengakui secara rinci detail,jelas dan gamblang.

 

Yang lebih eronisnya lagi bahwa inisial (S) tak hanya terlilit masalah wanita,akan tetapi juga diduga telah menyalah gunakan kewenagan dalam jabatan.

 

Berdasarkan keterangan narasumber dari salah satu pengurus SMP NU berinisial (C), pada minggu 11/5/25 sekira pukul 16.00 WIB.Bahwasanya (S) juga telah berupaya memalsukan tanda tangan pengurus guna kepentingan pencairan dana,Menurut keterangan salah satu sesepuh pengurus SMP NU inisial SK pada Selasa 27/5/2025.

 

Awak media, mengatakan “Sungguh sangat disayangkan jika seorang yang memiliki prestasi,repotasi,serta populeritas yang tinggi masih memiliki hasrat yang kotor,serta moral yang bobrok, sampai saat ini pemerintah desa mau aparat terkait diharapkan menindaklanjuti hal ini,”Ujarnya.

 

Bastam/Tim

About The Author

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *