Muara Enim-Kabarhukumsriwijaya.com 25 Mei 2025 — Pemerintah Indonesia tengah menggalakkan program nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan dari tingkat desa.
Program ini ditargetkan membentuk 80.000 koperasi di seluruh Indonesia dan akan diluncurkan secara resmi pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025.
Hingga pertengahan Mei 2025, sekitar 40.000 desa telah menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sebagai langkah awal pembentukan koperasi.
Jawa Tengah mencatat jumlah tertinggi dengan 7.564 desa dari total 8.563 desa telah menggelar Musdesus, diikuti oleh Jawa Barat dengan capaian 74,70% desa telah melaksanakan Musdesus.
Koperasi Merah Putih dirancang sebagai lembaga ekonomi berbasis masyarakat yang mengedepankan prinsip gotong royong dan kekeluargaan.
Setiap koperasi akan mengelola berbagai unit usaha seperti gerai sembako, apotek desa, klinik, unit simpan pinjam, cold storage, dan layanan logistik. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Program ini juga bertujuan untuk memotong rantai pasok yang panjang dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak, sehingga harga barang kebutuhan pokok menjadi lebih stabil dan menguntungkan bagi petani serta konsumen.
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyatakan optimismenya bahwa target pembentukan 80.000 koperasi akan tercapai sebelum peluncuran resmi pada Juli mendatang. Pemerintah juga menyiapkan pelatihan dan pendampingan untuk memastikan koperasi dapat beroperasi secara efektif dan berkelanjutan.








