![]()
Banyuasin, kabarhukumsriwijaya.com–Rusak nya jalan Pemda dan desa oknum kepala desa tutup mata sekan tak punya perhatian pasal nya pada tanggal 17/05/2025 saat gotong royong
Awak media sempat mewawancarai yakni bapak UMR dan dan bapak YD mengatakan ada nya rusak parah ruas jalan Pemda maupun jalan Desa Mekar Sari Kec.Selat Penuguan Kab. banyuasin Prov.Sumatra Selatan. kepala desa seakan tak mau tahu bukan nya dengan diperbaiki jalan membuat perekonomian warga bisa stabil.
Dengan rusak nya ruas jalan baik jln desa maupun jalan desa membuat perekonomian menurun(melemah)
Contoh harga gas elviji mencapai Rp 40.000/tabung dan harga upa manol (ojek padi) hasil panen dari harga Rp10.000 meningkat sampai Rp25000/karung coba bayangin betapa besar kerugian warga pungkas nya.
Lain hal lagi dengan pengaduan yang diterima awak media media pada tanggal 17/05/2025 yang mengatakan kalau sebelum nya pada bulan puasa (sekira pertenggahan bulan mei 2025)sebelum lebaran idul fitri juga telah dilaku kan gotong royong pembenaran jalan pada jalur 8 sampai jalur 11 sepanjang 1500 meter
![]()
Warga gotong royong dengan cara swadaya mengunakan satu yunit exsa jumbo, satu yunit TR 4 dan puluhan mobil granmax guna mengankut kayu dan tanah tapi aneh nya oknum kepala desa mekarsari sedikitpun tidak perduli seakan tutup mata.
Terustrang kami warga RT 8 sampai RT11 dapat dibilang tak diperhatikan oleh kepala desa Mekar Sari ibarat semboyan Tiup anggin kejawa dan bali. kalau mau hidup tarik nyawa sendiri.
Dia pun sedikit menambakan kepada pihak pemerintahan terkait baik kecamatan selat penungguan,kabupaten dan privinsi agar bisa mendengar keluhan kami dari desa Mekarsari khusus nya RT 8 sampai RT 11 yang tak diperhatikan desa tutup nya dengan penuh harap.
Yulius Hia








