Banyuasin,kabarhukumswijata.com,Saat awak media dan rekananan(Time Sumsel dan aliansi melakukan kunjungan ke sekolah Sma Negri,2 Kecamatan Tungkal Ilir yang bertempat di Simpang Bulian tepat nya di Desa Bentayan Kabupaten Banyuasin Sumatera selatan pada hari 05/12/2024.
Kedatangan awak media dberserta time ke sekolah tersebut ingin menemui Kepsek tapi ternyata beliau tidak berada ditempat maka salah satu Guru pendidik menyuruh masuk Ruang Wakil Kepala Sekolah, namun ketika masuk hanya disedia kan satu kursi sedangkan awak media dan time berjumlah 3 orang satu terpaksa wartawan Indo News Tv co id dan Aliansi Indodesia berdiri seolah siswa yang melangar praturan tepat nya distrap.
Namun para media tetap sopan dan santun menghadapi hal semacam ini, namun Jerri selaku wakil Kepsek tidak ada niat baik terhadap awak media dan time,awak media dan time menilai tidak ada guna nya seorang Guru bertitel Sarjana kalau tidak mempunyai etika dan tata kramah yang baik.
Tapi sejauh itu awak media beserta time tetap sopan dan meminta untuk dihubung kan sama kepala sekolah guna kompirmasi tapi tetap saja tidak mau menghubungkan terakhir jawaban kepala sekolah susa untuk dihubungi selanjut nya awak media meminta buku tamu untuk diisi agar tahu kalau awak media beserta time pernah melaku kan kunjungan kontrol sosial ke sekolah tersebut tapi dia kayak kebinggungan dan menyatakan kalau buku tamu tidak ada karena di bawa salah satu oknum guru pungkas nya.
Awak media berserta time pun bertanya pada salah seorang guru enta guru bidang apa seperti nya guru olah raga tentang sekolah tapi di jawab dengan lantang:Saya hanya guru pendidik(biasa) tidak ada wewenang untuk menjawab tanya kan saja langsung ke Kepsek atau wakil Kepsek tutur nya
Menurut Hambari yahya selaku porum Aliansi Indonesia dilapangan dan mendengarkan dari warga mengenai Kepsek yaitu Sulaiman S.Pd. jarang masuk sekolah. lagi pula sepertinya sekolah SMA negeri 2 tersebut kurang perhatian dan mungkin apa bila ada wartawan datang kesekolah seolah olah tidak perduli berarti kedatangan kami tidak dianggap oleh pihak sekolah tersebut karena diduga mereka anti media.
Beliau pun meminta pun mintak kepada dinas Pendidikan Provinsi tolong ditinjau kelapangan apakah begini cara guru guru mendidik anak murid dan menjaga halaman lingkungan sekolah, kalau memang seorang pendidik merasa kurang nyaman tinggal di disekolah lebih baik dimutasikan saja ke sekolah yang terpencil
Yulius Hia/Time








