BANYUASIN – kabarhukumsriwijaya.com
Jembatan Jalur sebelas desa upang yang menghubungkan kedesa Srimulyo akhirnya roboh setelah memakan korban dua pengendara sepeda motor.
Kepada awak media,Jamil(warga)”kejadian robohnya jembatan tersebut sekitar jam tiga sore waktu itu ada pedagang jeruk yang menjadi korbannya sebelumnya pada tanggal 14 /6/2024 ada pedagang kredit pakaian terjatuh dari jembatan tersebut”ujar Jamil.
Menurut keterangan dari Basri warga setempat mengatakan “jembatan Jalur sebelas ini adalah akses utama menuju kedesa Srimulyo dan sejak berdiri tahun 1997 hingga sekarang belum pernah disentuh oleh pemerintah baik desa maupun daerah “ujar Basri
“Selama ini kami membangun jembatan kayu tersebut secara bergotong royong dari warga setempat yaitu warga jalur sebelas dan warga srimulyo”imbuhnya
Tentunya masyarakat disekitar berharap kepada pemerintah untuk membangun jembatan tersebut,sebab jembatan tersebut adalah akses utama jalur sebelas menuju kedesa Srimulyo “ungkapnya (basri)
Tentu sangat memprihatinkan melihat kondisi jembatan penghubung antara dua desa yang selama ini belum pernah disentuh oleh pemerintah, untuk itu diharapkan kepada instansi pemerintah untuk memperhatikan kondisi jembatan penghubung yang butuh perhatian khusus tersebut.
(Bastam)








