Ogan Ilir-Kabarhukumsriwijaya.com_Gelombang perlawanan masyarakat Desa Tanjung Baru kembali membara. Setelah sempat mereda, kini warga bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat bangkit melakukan aksi lanjutan dengan mengunci seluruh aktivitas PT Gembala Sriwijaya, perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah mereka.
Kamis/30/10/2025
Koordinator lapangan aksi, Balim, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap perusahaan yang dinilai tidak menghormati hak dan kesepakatan masyarakat desa.
“Kami masyarakat meminta untuk dikosongkan dan berhenti aktivitas sampai permasalahan lahan tanjung baru selesai sebelum masyarakat berkehendak dengan perinsipnya sehingga menjadi Benturan tegas Balim
Harapan Masyarakat Hak Guna Usaha (HGU) PT Gembala Sriwijaya tidak dilanjutkan karena masyarakat merasa ini tanah leluhur mereka dan ingin menikmati Hasil dari tanah tersebut jangan sampai kami anarkis kita sepakati untuk keluar semua.
Karyawan PT Gembala Sriwijaya langsung memberi tanggapan bahwa keamanan atau security setelah ini menyanggupi untuk keluar semua karena ini bukan kehendak korlap tapi keputusan semua masyarakat ,
Jadi itulah kesimpulannya karena pimpinan PT Gembala Sriwijaya tidak Hadir jadi tidak ada lagi aktivitas didalam PT Gembala Sriwijaya ini karena permasalahannya belum selesai
RED HENDRI








