Banyuasin-kabarhukumsriwijaya.com- 16 kelompok Tani dalam dalam gabungan kelompok tani(Gapoktan) aprerisasi ada nya program pemerintah Opla.
Menurut para ketua kelompok tani dimana selama ini hanya bisa melaksana kan program ip 100 hanya bisa menanam padi habis panen musiman lahan menjadi tidur kembali,
Tapi dengan diadakan pemerintah program opla bisa dilanjut kan kan dengan program ip 200 penananaman jagung yang dibantu pengelolahan lahan pupuk Dan bibit tuturnya
Ani selaku Ppl desa mengatakan musyawarah Hari ini minggu 18/05/2025 until membahas masalah opla dan pembelian pupuk bersubsidi melalu RDKK.
Ada pun bagi anggota kelompok tani yang 16 kelompok dari luas lahan 518 ha bagi tidak sanggup melaksanakan kan Program ip 200 lahan tersebut tidak harus ditanami yang akan dilaksana kan oleh brigade karena disini telah dibentuk 3 berigade untuk menanganinya,
Untuk masalah penebusan pupuk subsidi seperti Urea dan Poska pengecer tidak diperboleh tidak melebihi harga harga distributor papar nya
Ketua gapoktan Mulya Agung juga membenarkan semua yang dipapar kan ibu ani selaku ppl dan sedikit menambakan untuk pengambilan pupuk subsidi tersebut silahkan tanya kan lansung kedistibutor adapun harga pupuk subsidi jenis Urea seharga Rp 125/sak dan poska Rp 132.000/sak itu harga pada distributor tuturnya.
Yamidi selaku kepala desa mengatakan alangka sayang nya jika program Opla ip 200 tidak di laksanakan menginggat semua bantuan alat alsitan akan ditarik oleh pemerintah.jika tidak dilaksanakan program tersebut.
Mengenai pupuk subsidi Urea dan Poska yang ditebus melaui RDKK alangka baik nya jika melalui satu pintu yang melaksanakan penebusan yaitu Gabungan kelompok tani(Gapoktan)
Tapi harus dimusyawarahkan untuk penambahan operasional tutup nya.
Yulius Hia/Suprene’








