Bangka Barat -kabarhukumsriwijaya.com
Terjadi lagi untuk ke dua kalinya pemotongan babi namun sejauh ini belum ada tindakan tegas dari aparatur desa jebu darat menanggapi permasalahan ini
Hal ini sangat disayangkan oleh warga yang merasakan dampak dari pemotongan babi tersebut dengan adanya laporan dari salah seorang warga, awak media mendatangi lokasi dan berusaha menghubungi ketua Rt bapak APO dan menjelaskan” memang benar adanya keluhan warga terhadap limbah pemotongan babi tersebut dan udah saya saranin supaya di buat kan subsiteng untuk mengatasi keluhan warga tersebut”ujar apo
” Namun sampai saat ini masih belum ada tanda atau reaksi dari pelaku pemotongan babi tersebut” imbuh apo
Dan di tempat terpisah juga awak media berusaha mengkomfirmasikan ke bapak kepala dusun jebudarat( amiang) beliau menjelaskan “kalau untuk kotoran babi udah saya saran kan untuk di bersihkan dan dikuras supaya tidak menimbulkan bau yang tidak sedap ,sesuai dengan keluhan warga .
yang membuat sedikit kecewa dari pihak awak media saat di lontar kan kata2 oleh pak kadus “” pemotongan babi itu sudah lama adanya ..seperti ada pembelaan terhadap pelaku pemotongan.
Dari hal ini lah sebagian warga jebu darat merasa di anak tirikan / pilih kasih nya aparatur desa terhadap warga.
Media pun saat itu langsung komfirmasi kelingkungan tempat pemotongan babi.mendpatkan. memang benar itu sudah ada pada zaman bapak nya ada. Tapi sangat berbeda dengan anak nya yang semberono tanpa memikirkan lingkungan bermasyarakat. Tegas warga sekitarnaya
Harapan warga. dan pihak media”supaya hal ini bisa di cegah dan tidak lagi menimbul kan bau yang tidak sedap dan diharapkan kepada instanti terkait untuk menindak tegas pelaku usaha pemotongan babi tersebut.
(Yuhendri)














