Banyuasin – kabarhukumsriwijaya.com | Kondisi infrastruktur di Dusun 2, Desa Sejagung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, kini menjadi sorotan publik. Warga mengeluhkan tidak adanya jembatan yang layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Jembatan yang ada saat ini merupakan akses utama masyarakat untuk menuju perkebunan dan persawahan. Namun kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan nyaris ambruk. Bahkan, sebagian warga terpaksa harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas karena jembatan tidak lagi aman dilalui.
Keluhan masyarakat selama ini disebut kerap diabaikan. Berdasarkan pantauan media pada Kamis (2 April 2026), warga dari Dusun 2 Desa Sejagung bersama masyarakat Dusun 6 Desa Semuntul (Ulak Balang) bergotong royong membangun jembatan darurat secara swadaya.
Pembangunan tersebut dilakukan dengan dana seadanya dari masyarakat, mengingat jembatan itu merupakan satu-satunya akses vital yang mereka miliki.
Salah satu warga yang ikut dalam gotong royong mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sebenarnya sudah beberapa kali disurvei oleh anggota DPRD Banyuasin dari daerah pemilihan Rantau Bayur.
“Jembatan ini sudah sering disurvei dan pernah dijanjikan akan dibangun. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Mau tidak mau kami harus membangunnya sendiri karena ini sangat penting bagi kami,” ujarnya.
Warga juga mengaku sering menyampaikan keluhan, namun merasa tidak mendapatkan perhatian yang serius dari pihak berwenang.
“Kami ini masyarakat kecil. Seolah-olah tidak ada yang melihat penderitaan kami. Bukan kami tidak bersyukur adanya pemerintahan, tapi kepedulian sosial itu belum kami rasakan, apalagi untuk menjadi pelopor dalam gotong royong,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.
Di lokasi yang sama, warga lain menyampaikan bahwa beruntung masih ada masyarakat yang peduli dan bersedia menjadi penggerak pembangunan jembatan tersebut, termasuk membantu menyediakan peralatan, material, hingga konsumsi apabila dana swadaya tidak mencukupi.
Hingga saat ini, warga menilai belum ada perhatian nyata dari pemerintah desa terkait kondisi jembatan yang hampir roboh tersebut.
Agung, Sekretaris Desa Sejagung, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan di Dusun 2 sebenarnya telah diusulkan oleh Kepala Dusun dan RT setempat saat rekapitulasi sebelumnya. Namun, hingga saat ini belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran, menyusul turunnya dana desa.
“Sudah diusulkan oleh Kadus dan RT Dusun 2 waktu rekap kemarin. Tapi karena dana desa menurun, jadi belum bisa dibangun di sana,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi jembatan tersebut sebelumnya telah ditinjau oleh anggota dewan.
“Lokasi itu juga sudah pernah dilihat oleh anggota dewan,” tambahnya.








