Site icon KABAR HUKUM SRIWIJAYA

Gelombang Tugboat Trans Permata 1 Rusak Ketek Warga Sungai Musi, Publik Pertanyakan Izin dan Pengawasan Pelayaran

IMG_20260731_110332

MUARA ENIM –kabarhukumsriwijaya.com | Sebuah tugboat Trans Permata 1 menjadi sorotan setelah melintasi Sungai Musi di Dusun Sungai Rengas, Desa Patra Tani, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim. Gelombang besar yang ditimbulkan kapal tersebut membuat sejumlah ketek milik warga terombang-ambing dan dilaporkan mengalami kerusakan.

Peristiwa yang terjadi kamis/30/Juli/2026 sekitar pukul 16.00 WIB itu direkam warga dan videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat gelombang besar menghantam tepian sungai tempat sejumlah ketek bersandar.

Amir, warga Sungai Rengas, mengatakan tugboat tersebut melintas dengan kecepatan tinggi sehingga menghasilkan gelombang besar yang menghantam ketek-ketek milik warga.

Karena kesal melihat kondisi tersebut, Amir bahkan melontarkan ucapan emosional kepada nahkoda kapal dengan mengatakan, “Nahkodanya tidak punya otak,” sebagaimana terekam dalam video di lokasi kejadian.

Insiden ini memicu perhatian masyarakat. Warga mempertanyakan apakah kapal telah menjalankan prosedur keselamatan pelayaran saat melintasi kawasan permukiman serta meminta penjelasan mengenai izin operasional tugboat saat melintasi alur Sungai Musi.

Masyarakat juga meminta instansi berwenang, termasuk otoritas pelayaran dan pihak terkait, memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status perizinan pelayaran, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta pengawasan terhadap kapal-kapal bertonase besar yang melintas di kawasan permukiman.

Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan pelayaran, aparat berwenang dapat mengambil tindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi kabarhukumsriwijaya.com masih menunggu hak jawab dan klarifikasi resmi dari pihak Tugboat Trans Permata 1 maupun perusahaan yang mengoperasikan kapal tersebut terkait peristiwa yang dikeluhkan warga Sungai Rengas. Apabila pihak terkait memberikan penjelasan atau tanggapan, redaksi akan memuatnya sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Exit mobile version