Muara Enim – Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menggunakan jerigen di SPBU 24.311.133 Gelumbang sempat menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, praktik tersebut terjadi di tengah antrean kendaraan roda dua dan roda empat, yang memicu dugaan adanya ketidakwajaran dalam pelayanan distribusi BBM.
Sabtu/28/Maret/2026
Tim Media Kabar Hukum Sriwijaya sebelumnya telah melayangkan surat konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU guna meminta klarifikasi terkait dugaan tersebut, termasuk potensi pelanggaran prosedur serta indikasi penyimpangan distribusi BBM di lapangan.
Dalam surat konfirmasi itu, media menyoroti beberapa hal penting, di antaranya pengisian BBM menggunakan jerigen saat kondisi antrean panjang, yang dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial, mengganggu hak konsumen umum, hingga memunculkan dugaan penimbunan BBM.
Menanggapi hal tersebut, pihak SPBU 24.311.133 Gelumbang akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Dalam keterangannya, pengelola SPBU menegaskan bahwa tidak terjadi kelangkaan BBM jenis Pertamax pada saat pengisian menggunakan jerigen berlangsung.
Selain itu, pihak SPBU juga menyatakan bahwa seluruh operator telah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai dengan ketentuan dari Pertamina dalam melayani konsumen.
Terkait pengisian menggunakan jerigen, pengelola menjelaskan bahwa aktivitas tersebut telah berada dalam pengawasan pihak internal. Mereka membantah adanya praktik penimbunan ataupun penyimpangan distribusi.
“Pembelian menggunakan jerigen dilakukan oleh masyarakat untuk kebutuhan di daerah pelosok yang jauh dari jangkauan SPBU. Mengingat wilayah Gelumbang cukup luas dan hanya terdapat satu SPBU, selama masih dalam batas wajar tetap kami layani,” jelas pihak pengelola.
Meski demikian, pihak SPBU turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pelayanan berlangsung.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh konsumen atas ketidaknyamanan dalam pelayanan,” tutupnya.
Kendati klarifikasi telah disampaikan, praktik pengisian BBM menggunakan jerigen di tengah antrean tetap menjadi perhatian publik. Transparansi dan pengawasan ketat dinilai penting guna mencegah potensi penyimpangan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap distribusi BBM di wilayah tersebut.








