Aktivitas Antrean Solar Subsidi di SPBU Palemraya Meresahkan, Pengelola Diduga Bermain dengan Mafia Penimbun BBM

Uncategorized20 Dilihat
banner 468x60

Ogan Ilir – kabarhukumsriwijaya.com | Minimnya pengawasan terhadap aturan pembatasan jam operasional kendaraan angkutan barang, terutama pada musim mudik Lebaran 2026, berdampak pada ketersediaan BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Ogan Ilir.

banner 336x280

Kondisi ini menyebabkan penumpukan kendaraan angkutan barang yang turut mengantre pengisian solar bersubsidi di beberapa SPBU. Salah satunya terpantau di SPBU Pertamina 24.306.100 yang berada di Palemraya, Jalan Lintas Indralaya–Palembang, sejak Senin (23/3/2026).

Padahal, berdasarkan regulasi, pembatasan operasional angkutan barang telah diatur hingga H+3 Lebaran. Selain itu, pemerintah melalui Pertamina juga telah menetapkan aturan penyaluran dan penjualan BBM bersubsidi guna memastikan ketersediaan tetap aman hingga arus balik Lebaran.

Irwanto, salah satu pengemudi yang baru pulang mudik dari Lampung menuju Palembang, mengeluhkan kondisi antrean saat hendak mengisi BBM di SPBU tersebut. Ia menyebut antrean didominasi oleh kendaraan truk.

“Saya tadi sempat mau isi solar di kios dekat pintu tol Indralaya, tapi antreannya panjang. Akhirnya ke sini, tapi kecewa karena antrean sudah dipenuhi truk,” ujarnya.

Jika melihat volume kendaraan angkutan yang ikut dalam antrean, kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan solar bersubsidi bagi masyarakat umum. Bahkan, muncul dugaan adanya praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu.

“Kami curiga, jangan-jangan ini hanya kamuflase untuk menimbun BBM solar dalam jumlah besar,” tambahnya.

Kecurigaan tersebut semakin kuat karena kendaraan pribadi yang hanya berhenti beberapa menit, sementara truk-truk terlihat berada cukup lama di area pengisian solar.

“Sebenarnya truknya tidak terlalu banyak, sekitar delapan unit saja, tapi dibuat dua baris antrean. Anehnya, proses pengisiannya sangat lama,” ungkap seorang warga.

Fenomena antrean truk di SPBU Palemraya ini disebut terjadi hampir setiap hari. Kendaraan-kendaraan tersebut biasanya datang secara berkonvoi mulai sore hingga malam hari.

 

Konfirmasi dari Afrizal beralibi bahwa antrian di SPBU tersebut lantaran sering terjadi gangguan sinyal internet.

“Kalo emng antrian disolar
Ya agak lambat Karena untuk scan barcode butuh waktu, belum lagi ada gangguan sinyal wifi” Ucapnya

Namun saat diminta tanggapan nya perihal pihak dugaan pihak SPBU yang terindikasi ada main dengan penimbun solar subsidi, Afrizal menampik hal tersebut.

“Silakan aja kando Kalu emang ado karyawan yang salah dilapangan Tanggung sendrii resikonyo ,tapi kalo tidak terbukti Degan berita yg dimaksud
Kau juga bisa Berbuat yg tidak enak (tidak bersahabat )Maaf sebelumnya” Tukas Afrizal dalam tulisan pesanya

(Arland)


 

About The Author

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *