Masyarakat Berharap Pemkab Muba Segera Bangun Jembatan Penghubung Desa Muara Bahar–Lubuk Harjo

Uncategorized21 Dilihat
banner 468x60

Musi Banyuasin, kabarhukumsriwijaya.com – Masyarakat Dusun 01 Desa Muara Bahar, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin segera membangun jembatan penghubung menuju Desa Lubuk Harjo.

banner 336x280

 

Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi sekitar dua ratus kepala keluarga yang bermukim di Desa Muara Bahar. Selain untuk mempermudah akses masyarakat, jembatan itu juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga serta mengakhiri status desa yang selama ini terkesan terisolir.

 

Sekretaris Desa Muara Bahar, Suadi, mengakui bahwa desanya memang masih tergolong terisolir. Letak desa yang berada di seberang sungai, tepatnya berhadapan dengan Desa Lubuk Harjo, membuat akses transportasi masyarakat sangat terbatas.

 

“Untuk menuju ibu kota kecamatan, masyarakat masih harus menggunakan transportasi air berupa perahu ketek. Karena belum ada jembatan penghubung, perahu ketek menjadi satu-satunya pilihan untuk menyeberangi sungai,” ujarnya.

 

Menurut Suadi, pemerintah desa bersama masyarakat telah berulang kali berupaya menyampaikan pentingnya pembangunan jembatan penghubung tersebut agar mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.

 

“Pembangunan jembatan ini sangat kami harapkan, karena dapat membebaskan Desa Muara Bahar dari keterisolasian sehingga bisa sejajar dengan desa-desa lainnya,” ucapnya penuh harap.

 

Di tempat terpisah, salah seorang warga Desa Muara Bahar, Makmur, menuturkan bahwa desanya selama ini sering luput dari perhatian pemerintah, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur.

 

“Desa Muara Bahar biasanya baru menjadi perhatian ketika musim banjir, karena setiap tahun desa ini memang menjadi langganan banjir,” ungkap Makmur kepada media, Selasa (24/3/2026).

 

Ia menambahkan, posisi desa yang berada di seberang sungai membuat masyarakat seolah hidup terasing. Untuk beraktivitas keluar desa, warga harus menyeberang menggunakan perahu ketek.

 

“Sudah selayaknya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin membangun jembatan penghubung ke Desa Lubuk Harjo agar kami tidak lagi merasa terasing dan terisolir,” katanya.

 

Makmur juga menjelaskan, keberadaan jembatan akan sangat membantu masyarakat dalam berinteraksi dengan wilayah luar, termasuk dalam membawa hasil panen untuk dipasarkan.

 

“Setiap ada urusan, kami harus bolak-balik menyeberang menggunakan jasa perahu ketek. Kondisi ini sudah lama sekali kami jalani. Bagi masyarakat Muara Bahar, jembatan penghubung ini seperti mimpi yang sangat kami harapkan bisa terwujud,” ujarnya.

 

Ia pun berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan tersebut, meskipun dengan ukuran sederhana.

 

“Keadaan desa kami sudah lama seperti ini, dari dulu sampai sekarang. Entah sampai kapan keluhan dan harapan kami ini diwujudkan pemerintah. Harapan kami tidak berlebihan, kalau memang belum mampu membangun jembatan besar, jembatan kecil pun tidak masalah, asalkan cukup untuk satu mobil. Yang penting masyarakat bisa membawa hasil panen keluar dan perekonomian Desa Muara Bahar bisa meningkat,” tutupnya.

 

Tim

 

About The Author

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *