Banyuasin – Kabarhukumsriwijaya.com Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Kelompok 21 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya melaksanakan serangkaian program edukasi interaktif di Desa Pulau Muning, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Program yang dilaksanakan selama masa PBL tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari siswa sekolah dasar, ibu balita, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Pulau Muning.
Berbagai program disusun berdasarkan hasil identifikasi masalah kesehatan yang dilakukan mahasiswa selama berada di desa tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan masih adanya persoalan terkait kesehatan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemenuhan gizi masyarakat. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa merancang metode edukasi yang lebih interaktif dan mudah dipahami sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Salah satu program yang dilaksanakan adalah “LAWAN NYAMUK” pada Sabtu, 13 Juni 2026. Program ini mengedukasi siswa sekolah dasar mengenai cara mencegah perkembangbiakan nyamuk melalui penerapan 3M Plus, yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan perangkap nyamuk sederhana. Selain itu, edukasi juga diberikan kepada masyarakat melalui metode door to door agar warga lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar rumah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit.
Dalam upaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, mahasiswa juga melaksanakan program “GERTAK × Emo Demo SIKUMAN (Keamanan Pangan Rumah Tangga)” pada Selasa, 16 Juni 2026. Program kolaborasi mahasiswa Kesehatan Masyarakat dan Gizi ini memberikan edukasi mengenai pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS), etika batuk dan bersin, serta keamanan pangan rumah tangga. Materi disampaikan melalui demonstrasi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di bidang gizi, Kelompok PBL 21 menghadirkan program “GIZI PRIMA” yang ditujukan bagi ibu balita. Kegiatan ini meliputi edukasi gizi, konseling, serta demonstrasi pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) berbasis bahan pangan lokal.
Sementara itu, bagi siswa sekolah dasar, mahasiswa menggelar program “SIMAK (Susun Isi Makananku)” pada Rabu, 10 Juni 2026. Program ini memperkenalkan konsep gizi seimbang melalui permainan edukatif, penyusunan isi piring sehat, serta kuis interaktif sehingga materi lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak.
Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Pulau Muning. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap program yang dilaksanakan. Mahasiswa berharap edukasi yang telah diberikan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat terus diterapkan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah desa, kader kesehatan, tenaga pendidik, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui berbagai program edukasi interaktif tersebut, Kelompok PBL 21 FKM Universitas Sriwijaya berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak).
Mahasiswa berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin sebagai langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Red: Basith



